Sabtu, 04 Februari 2017

Curug dan Rumah Pohon Ciherang



Review Curug dan Rumah Pohon Ciherang


Air Terjun Curug Ciherang terletak di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Curug Ciherang mempunyai tiga undakan luncuran air bersama ketinggian semua kurang lebih 30 m. dibawah Curug Ciherang ini terdapat Curug Ciguntur. Lokasinya di lewati sebelum tiba di curug Ci herang. Di bawah curug ini terdapat kolam penampungan air. Tanjungsari Kecamatan Tanjung Sari Kab Bogor mempunyai keanekaragaman potensi wisata, terutama wisata alam. Ini lantaran wilayah Kecamatan Tanjungsari dengan cara geografis dikelilingi Gunung gunung & bukit yg tetap hijau, ruangan Kecamatan sebelah timur Kab bogor ini yg berbatasan bersama Kab Cianjur ini pula jadi lintasan trayek alternatif Jakarta-Bandung, ialah Jalan Transyogi Cibubur – Cianjur.
 
Berjarak lebih kurang 40 kilo meter dari ibukota Jakarta atau 20 kilo meter dari kecamatan Citeureup Cibinong yg sanggup ditempuh kira kira 2,5 jam perjalanan berkendaraan. Keadaan jalan menuju kesana pass baik telah beraspal tetapi ada sekian banyak sebahagian jalan yg rusak walaupun tak parah. Disarankan memanfaatkan kendaraan pribadi baik roda dua atau empat lantaran belum ada angkutan umum. Akses masuk sanggup lewat Citerureup, Cianjur atau Cipanas dikarenakan melintasi trayek alternatif Jakarta – Cianjur via Jonggol. Akses masuk lain dari Jonggol & Sentul (lewat jalan baru Puncak 2).
 
Apabila perjalanan dari arah Jakarta (akses masuk dari Citeureup) kendaraan ke luar dari pintu tol Jagorawi Citeureup. Ambil arah kiri ke Citeureup melintasi jalan raya Mayor Oking Jaya Atmaja & dilanjutkan menuju daerah Tarik Kolot atau Lebak Pasir yg nantinya dapat melintasi Kawasan Wisata Pasir Mukti. Teruskan perjalanan sampai ketemu pertigaan jalan Jonggol Cipanas, ambil arah ke Cipanas. Tidak jauh dari ruang pertigaan tersebut dapat ditemui jalan masuk menuju curug tersebut yg ditandai dgn plang sederhana terbuat dari kayu bertuliskan Curug Ciherang.


Dari pintu masuk perjalanan diteruskan ke ruang parkir sejauh kurang lebih 1500 m bersama keadaan jalan berbatu (makadam) yg menanjak dgn lebar seputar 2 m. Kemudian buat menuju ke tempat curug mesti melintasi jalan setapak berundak & berbatu pun sejauh 500 m serta. Ticket masuk se besar Rupiah 5000 per orang. Budget parkir Rupiah 5000 buat kendaraan roda dua & Rupiah 20000 buat kendaraan roda empat.


Tips :


1.      Pantaulah cuaca saat akan berkunjung ke Air Terjun Curug Ciherang, karena akan sangat menganggu liburan anda jika tiba-tiba turun hujan.

2.      Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat pengeluaran selama wisata anda.

3.      Bawalah barang-barang anda seperlunya. Karena jika terlalu banyak, akan memberatkan anda sendiri.

4.      Jika hari libur, biasanya pengunjung yang datang ke Air Terjun Curug Ciherang sangat ramai. Jadi, ada baiknya datang di hari-hari biasa saja agar anda bisa bebas berwisata di air terjun ini.


Jam Operasional Curug Ciherang dan Rumah Pohon


Jam operasional atau jam buka curug ciherang bogor dibuka setiap hari dari hari Senin s/d Minggu mulai pukul 07.00-18.00 WIB.


Tugas Kelompok :

*      Yuliana Habibah Pratiwi (Pengedit)

*      Purnama Anisa Fitri (Pengambil Gambar)

*      Yully Yanny Safitri (Anggota)

*      Citra Amelia (Anggota)

*      Dara Aulia Febrianty (Anggota)



#Eksplor Keindahan Indonesia

#SMK Tiara Nusa

#11Tkj

Selasa, 20 September 2016

Sejarah Situ Jatijajar


Sejarah Situ Jatijajar



 



Penjelasan mengenai Situ Jatijajar Depok :


            Situ Jatijajar terletak di Kota Depok, Kec. Tapos, Kab. Bogor, Rt/Rw 01/02. Situ ini dijadikan sebagai tempat wisata, karena pemandaganya yang bagus dan warganya yang ramah, menjadikan tempat ini banyak menarik perhatian, dan juga bisa dijadikan sebagai tempat edukasi bagi siswa-siswi yang bersekolah di Wilayah Depok. Salah satunya bagi para siswa SMK Tiara Nusa.

Intermezo :

            Dulu pernah ada kontrafersi ketika Nur Mahmudi Ismail Walikota Depok, ingin mengubah Situ Jatijajar menjadi Terminal. Masyarakat sekitar tidak menyetujui, karena akan menghabiskan lahan terbuka hijau. Akhirnya Walikota membatalkan rancananya tersebut dan sampai saat ini Situ Jatijajar masih menjadi tempat wisata dan edukasi yang indah dan damai.

Sejarah :

            Situ Jatijajar merupakan Situ alami, dan sudah ada sejak agama islam masuk di Wilayah Jawa Barat terutama di Kota Depok. Awalnya Situ Jatijajar bernama *Situ Rawa Badak* karena pada zaman dulu banyak sekali warga yang memelihara kerbau, yang biasa orang awam menyebutnya (badak), dari zaman ke zaman Situ ini mengalami perubahan nama yaitu *Situ Jatijajar* alasannya karena banyak pohon jati yang tumbuh di sekitar dan Situ ini terletak di kampung Jajar, akhirnya Situ ini diberi nama Situ Jatijajar yang terkanal hingga saat ini.

            Situ Jatijajar juga merupakan tempat religi pada zaman dulu, karena penyebaran agama islam di daerah Jajar di mulai dari Situ ini. Dulu pernah ada mitos jika tidak ingin terkena sial, maka harus menjaga etika dan tutur kata jika berada di Situ ini terutama di daerah “keramat”. Keramat adalah sebuah Mushola yang bernama “Mushola Al-Karomah” atau orang-orang sering menyebutnya dengan “keramat”, kerena di mushola tersebut terdapat sebuah makam (petilasan), petilasan hanya sebuah batu yang berbentuk seperti makam, oleh karena itu banyak orang yang datang ke Situ hanya untuk mengunjungi makam (petilasan) dengan maksud tertentu. Dan juga terdapat mitos bahwa terdapat potongan tubuh jawara betawi atau lebih sering di kenal sebagai “Si Pitung” di Situ ini, tidak terbukti kebenarannya.



            Selain tempat religus, di Situ Jatijajar ini terdapat untuk bermain air “bebek-bebekan” untuk permainan murah meriah dengan harga 10rb saja sudah dapat menaiki permainan tersebut dan mengayuh mengelilingi Situ. Terdapat rumah makan, dan warung-warung kecil.


Pintu masuk untuk naik bebek-bebekan

Gerbang rumah makan
Warung-warung kecil
            Di dalam Situ Jatijajar juga terdapat hutan, hutan ini berisi berbagai macam jenis pohon dan keterangan sudah berapa lama pohon itu berdiri, terdapat juga pohon salak, tempat duduk untuk beristirahat, jalanan yang rapih dan gubuk yang berada di tengah-tengah hutan. Tadinya hutan ini bersih dan rapih, namun karena banyak pengunjung yang tidak menaati peraturan hutan ini jadi tidak terawat dan kurang rapih, tidak seperti pertama kali hutan ini di buka untuk umum.




Demikian Sejarah singkat mengenai Situ Jatijajar, semoga bisa menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Sumber :
·         Bapak Hidayat ( Selaku Warga Asli Jatijajar )
·         Riski Abu Bakar (Mantan Anggota Pengurus Situ Jatijajar)











Kami pewawancara :
1.      Yuliana Habibah Pratiwi (Editor)
2.      Dara Aulia Febryanty (Pengambil gambar)
3.      Yully Yanny Safitri (Penannya)
4.      Purnama Anisa Fitri (Pencatat)



By.11tkj
 

Post Ads (Documentation Required)

Author Info (Documentation Required)